Inilah 12 Cara Memulai Usaha Baru Bagi Seorang Wirausaha Millenial

3 min read

Inilah 12 Cara Memulai Usaha Baru Bagi Seorang Wirausaha Millenial– Berbagai jalan bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan, salah satunya dengan berdagang. Namun, sebelumnya harus mengetahui cara memulai usaha baru bagi seorang wirausaha agar dapat meminimalisir kebangkrutan atau kerugian di kemudian hari.

Langkah dan Cara Memulai Usaha Baru bagi Seorang Wirausaha

Jika Anda baru pertama kali berkecimpung di dunia bisnis pasti membutuhkan cara untuk memulainya sehingga tidak asal memulai saja.

Berikut informasi mengenai dalam membuka usaha bagi wirausaha:

1.Meneguhkan Niat

Niat merupakan awal dari segala tindakan ketika memulai sebuah usaha atau bisnis. Jangan pernah memulai hanya karena iseng, sebab bisa jadi menyebabkan kerugian. Jika dari awal sudah memiliki pondasi kuat untuk berwirausaha tentu hasilnya akan jauh lebih berbeda.

Selain itu, cobalah untuk meminta doa serta restu dari keluarga terutama kedua orang tua atau siapapun yang dipercaya agar niat untuk membuka usaha semakin bulat. Hal ini juga berpengaruh saat terjadi masalah di awal bisnis, akan menyerah atau bertahan.

2.Mulai dari yang Disukai

Memulai usaha dari hal-hal yang disukai, misalnya jika menggemari pakaian serta bisa menjahit dapat mencoba untuk membuka usaha konveksi dengan membuat label baju sendiri. Hal ini tentu dapat dijadikan motivasi dalam, menyalurkan hobi, berkarya sekaligus berbisnis.

Selain itu, jika mengerjakan apa yang disukai tentu tidak mudah merasa jenuh serta lebih bersemangat untuk belajar hal-hal baru. Terlebih lagi, apabila mengalami kesulitan pun juga tidak menyurutkan semangat dan bisa segera berbenah.

Baca Juga  Cara Mengatur Keuangan Usaha agar Bisnis Cepat Sukses Dalam 1 Minggu

3.Fokus pada Satu Usaha

Salah satu hal penting dalam memulai usaha ialah dengan fokus pada satu saja bisnis yang dijalankan agar konsentrasi tidak terpecah. Selain itu, lebih baik untuk mengembangkan hingga titik tertentu sampai bisa dijalankan secara pasti atau mendelegasikan pada orang terpercaya.

Berfokus pada satu jenis juga dapat mempercepat pertumbuhan sebuah usaha, karena pemilik serta timnya benar-benar mencurahkan tenaga, waktu dan pikiran hanya pada satu titik saja. Namun, jika memiliki lebih banyak bisnis berbeda lagi hasilnya.

4.Tentukan Visi Misi

Visi misi sangat diperlukan sebagai pegangan saat memulai usaha. Anda bisa membuat bersama dengan tim atau sendiri sesuai dengan kebutuhan. Tujuannya ialah, agar semua anggota bekerja dalam satu pemahaman sehingga dapat mengurangi terjadi pergesekan.

Jika masih bekerja sendiri (belum tim), maka visi misi dapat menjadi acuan untuk tetap sejalan dengan tujuan awal mulanya. Meski begitu, pembuatan konsep dapat disesuaikan sehingga akan lebih memudahkan Anda dalam jangka panjang.

5.Lihat Peluang Bisnis

Jika ingin membuka usaha, awali dengan melihat peluang bisnis terlebih dahulu. Misalnya, saat musim panas bisa mencoba berjualan minuman dingin dengan modal murah dan tidak terlalu rumit. Carilah bahan-bahan yang mudah didapat sehingga pengeluaran tidak akan membengkak.

Kejelian dalam melihatnya bisa memaksimalkan kinerja Anda. Misalnya banyak orang tua yang bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk memasak, maka dapat membuka usaha catering atau menjual makanan siap saji.

6.Lokasi Strategis

Lokasi strategis menjadi salah satu langkah tepat jika ingin membuka usaha, terutama makanan, minuman ataupun kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikarenakan agar mudah dikunjungi oleh calon pembeli. Tak hanya itu, memilih tempat yang tepat menjadikan bisnis Anda dikenali calon customer baru.

Baca Juga  Inilah Pilihan Usaha yang Cocok untuk Pemula di Pedesaan

Tempat ini bisa didapatkan dengan cara mengontrak atau membelinya (jika punya cukup modal). Jika dirasa masih berat, gelar lapak sederhana saja ataupun sewa tempat tertentu (di bagian teras dari toko besar saat sudah tidak beroperasi).

7.Promosi

Setelah usaha siap dijalankan maka selanjutnya ialah berpromosi. Ini dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti Facebook, Intagram ataupun Twitter yang penyebaran sangat cepat serta mudah ditentukan target marketnya.

Tidak hanya itu, selain sosial media bisa melakukan promosi dengan memberikan potongan harga atau gratis item tertentu, namun pada jangka waktu yang sudah ditentukan. Anda juga bisa menyebar flyer atau memasang banner di tempat strategis, seperti dekat kampus dan perkantoran.

8.Kerja Sama Tim

Memiliki tim saat memulai usaha merupakan hal baik, namun juga harus sejalan dengan konsep yang telah dibuat. Agar sebuah bisnis bisa berjalan baik dan lancar, pastikan didukung oleh kerja sama solid antar anggotanya.

Sebagai pemimpin pastikan Anda memberikan contoh bagi anggota baru untuk bersikap bijak dan penuh pertimbangan sehingga lebih disegani. Di sisi lain, juga harus terbuka dengan berbagai perbedaan dalam tim, ini dapat memaksimalkan potensi setiap individu untuk kemajuan usaha.

9.Pelajari Manajemen Keuangan

Akar dari kebangkrutan sering kali terdapat pada manajemen keuangan yang buruk. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk memahami dulu ilmu akuntansi dengan baik (pemasukan dan pengeluaran). Ini dapat dilakukan dengan belajar langsung pada mentor atau orang berpengalaman.

Selain itu, memberi wewenang secara langsung keuangan pada orang baru sebaiknya dihindari terlebih dahulu. Solusinya, Anda bisa menggunakan jasa financial planner yang bermanfaat untuk mengatur keuangan bisnis atau usaha.

10.Kritik dan Saran dari Konsumen

Kritik serta saran dari konsumen sangat berarti sebagai salah satu cara memulai usaha baru bagi wirausaha, karena dapat dijadikan perbaikan serta evaluasi terhadap bisnisnya. Oleh karena itu, bersikaplah terbuka terhadap hal-hal baik dan positif tersebut.

Baca Juga  Kumpulan Ide Usaha Makanan yang Bisa Dititipkan di Warung

Mendapatkan kritik dan saran bisa melalui interaksi langsung dengan konsumen atau menyediakan media untuk menyampaikannya (melalui kontak admin). Hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan pembeli atau pengguna karena bersifat terbuka terhadap semua kekurangan.

11.Belajar dari Kesalahan dan Pengalaman Orang Lain

Jika melakukan kesalahan dalam usaha yang menimbulkan kerugian maka segeralah mencari solusi dari faktor-faktor penyebabnya. Gunakan catatan khusus agar ditemukan akar dari permasalahan agar ke depannya dapat dihindari.

Di samping itu, Anda dapat pula belajar dari pengalaman orang lain yang mau berbagi mengenai kesalahannya dalam berbisnis atau wirausaha. Ini bisa menghindarkan dari kerugian, karena sudah diantisipasi dan dihindari.

12.Konsisten

Poin terakhir cara memulai usaha ialah bersikap konsisten terhadap bisnis atau usaha yang dijalankan. Jika mengalami masalah seperti sepi permintaan atau penjualan, maka sebaiknya melakukan beberapa perubahan sebagai solusi dan inovasi.

Ketika melakukan usaha terdapat bisnis baru yang lebih menarik perhatian, maka sebaiknya tidak mengikuti. Namun, melakukan hal-hal untuk kemajuan milik sendiri dengan memberi beberapa modifikasi unik dan kekinian.

13.Siapkan Modal

Sebuah usaha mustahil akan berjalan jika tidak ada modal yang mendukungnya. Baik untuk membeli perlengkapan ataupun bahan bakunya. Namun, besaran modal tentu tidak sama antara satu dengan lainnya.

Jika masih pemula, setidaknya lakukan usaha kecil dengan modal minim. Jika dirasa cukup laris, keuntungan tersebut bisa dijadikan tambahan untuk membesarkan bisnis terkait.

Meskipun sudah banyak para pebisnis atau pengusaha yang sudah sukses, namun tidak ada salahnya mencoba peruntungan dalam bidang tersebut dengan menggunakan panduan dan cara memulai usaha baru bagi seorang wirausaha di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *